Diklat AFOS 2010 di kawasan konservasi bromo.


Akhirnya...setelah sempat mengalami penundaan, kegiatan diklat ini akhirnya dapat terlaksana. kegiatan ini dimulai dengan berangkat dari sekolah sekitar pukul 13.30 WIB, waktu tersebut sudah molor karena faktor non teknis. AFOS yang melaksanakan kegiatan ini bersama dengan ekstrakurikuler Pecinta Alam SMAN 2 Mojokerto akhirnya tiba di sana saat hari sudah mulai gelap karena matahari telah di ufuk barat.

Sesampai di sana, para anggota langsung mendirikan tenda di lokasi camping yang telah ditentukan, pada saat seperti sekarang ini ( bulan Januari ) di sana sedang mengalami musim badai sehingga kami dihimbau oleh petugas setempat untuk mencari tempat yang terlindungi seperti dibalik bukit atau dekat pohon kecil karena benda tersebut dapat memecah angin.

Setelah tenda berdiri, maka acara selanjutnya ialah makan malam


 

selanjutnya, para anggota afos dan juga pembina melakukan api unggun kecil - kecilan untu sekedar menghangatkan diri karena suhu sudah mulai dingin dan cukup bisa membuat tangan kaku. dan api juga digunakan untuk alat penerang saat melakukan ibadah shalat.




sambil istirahat di sekitar api, para anggota melakukan sharing tentang permasalahan yang mereka hadapi yang berhubuungan dengan fotografi. Menjelang tengah malam, para anggota mulai masuk ke dalam tenda karena keesokan harinya harus memulai aaktivitas sejak dinihari demi mendapatkan objek - objek yang ada di kawasan tersebut. Dan sekitar pukul 3.30 WIB, kami telah bangun dari tidur dan berusaha melawan dinginya malam hanya dengan permen jahe dan minyak gondopuro yang telah dibasuhkan ke seluruh tubuh, kami mulai mengemasi barang untuk segera diamankan ke dalam mobil dan bersiap untuk melaksanakan ibadah shalat subuh..

setelah shalat subuh pun para peserta bergegas berangkat menuju ke lautan pasir dengan berjalan kaki walaupun hari masih sedikit gelap. namun semua itu tak menyurutkan nyali para siswa dan pembina untuk mendapatkan objek - objek. dengan berbekal jaket dan tutup kepala yang telah melekat di tubuh dan juga kamera ditambah lampu senter untuk penerangan kami pun melangkahkan kaki.